Ciwalu
29/11/2015 – Pertemuan dan kunjungan yang kami lakukan pada 29/11/2015 terhadap petani asal Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya
Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat sangat berkesan.
Namanya adalah Pak Omai dan dalam pertemuan satu jam tersebut kami sempat berdiskusi tentang cara-cara bercocok tanam. Saya menjelaskan bahwa kedatangan kami dari organisasi Barisan Pemuda Adat
Nusantara (BPAN) sayap organisasi Aliansi Masyarakat Adat
Nusantara (AMAN) dalam rangka mencatat data
tentang kehidupan warga Kampung Ciwalu.
Saat itu ada 15 orang ikut serta dalam kunjungan pengambilan
data ini semuanya adalah perserta Pelatihan Pendokumentasian Wilayah Adat
dari berbagai macam wilayah dan Komunitas Adat.
Rambongan kami berangkat dari Foot
Print Sempur Bogor pukul
9 pagi, selama perjalanan
kami sempat mengalami kemacetan di Ciawai sehingga kami tiba Kampug Ciwalu pukul 12.00. Setelah tiba Ciwalu ada informasi dari Jhon Toni Tarihoran Ketua BPAN bahwa tujuan kami ke Ciwalu untuk mencatat data-data lapangan
tentang pertanian di Kampung Ciwalu dan
sekitarnya dan data yang terkumpul akan diserahkan kepada sekertariat BPAN.
Setelah tahu apa maksud dan tugas rombongan kami datang ke Ciwalu saya langsung mennyusuri perkampungan, kebun dan sawah. Kemudian ketemu dengan seorang petani setempat, kami saling menyapa dan berkenalan. Dialah Pak Omai dan saya
menjelaskan maksud kedatangan kami bahwa kami hendak mencatat data tentang kehidupan warga Ciwalu dan saya bertanya apa pekerjaan pokok masyarakat
yang berdomisili di Kampung Ciwalu.
Selesai mewawancarai Pak Omai dia mengajak saya ke rumahnya. “Ayo kita ke rumah saya biar kamu tahu tentang keluarga saya,” ujar Pak Omay. Dalam perjalanan menuju rumah Pak Omai, saya bantu dia membawakan tempat isi air minum. Dalam perjalanan menuju rumah kami sempat berbincang- bincang dengan Pak Omai. “Kita harus menjalin hubungan sebagai keluarga, dan jangan pernah putus komunikasi,” katanya.
Setelah tiba di
rumah keluarganya menyambut kedatangan saya. Sambil berkenalan dan bersalam- salaman istri Pak Omai bernama Ibu Surasmin mengatakan bahwa dia sangat senang karena bias melihat orang Papua. , Setelah itu kami makan bersama sambil berbincang-bincang. “Kamu jangan malu dengan keluarga ini,” kata ibu Surasmin.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar