Rabu, 17 Februari 2016



Kunjungan Manis Ke  Kampung Ciwalu












Ciwalu 29/11/2015 – Pertemuan dan kunjungan yang kami lakukan pada 29/11/2015 terhadap petani asal Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat sangat berkesan.
Namanya adalah Pak Omai dan dalam pertemuan satu jam tersebut kami sempat berdiskusi tentang cara-cara bercocok tanam. Saya menjelaskan bahwa kedatangan kami dari organisasi Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) sayap organisasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  dalam rangka mencatat data tentang kehidupan warga Kampung Ciwalu.








Saat itu ada 15 orang ikut serta dalam kunjungan pengambilan data ini semuanya adalah perserta Pelatihan Pendokumentasian Wilayah Adat dari  berbagai macam wilayah dan Komunitas Adat.  
Rambongan kami berangkat dari Foot Print  Sempur Bogor pukul  9 pagi, selama perjalanan kami sempat mengalami kemacetan di Ciawai sehingga kami tiba Kampug Ciwalu pukul 12.00. Setelah tiba Ciwalu ada informasi dari  Jhon Toni Tarihoran Ketua BPAN bahwa tujuan kami ke Ciwalu untuk mencatat data-data lapangan tentang pertanian di Kampung Ciwalu dan sekitarnya dan data yang terkumpul akan diserahkan kepada sekertariat BPAN.






Setelah tahu apa maksud dan tugas rombongan kami datang ke Ciwalu saya langsung mennyusuri perkampungan, kebun dan sawah. Kemudian ketemu dengan seorang petani setempat, kami saling menyapa dan berkenalan. Dialah Pak Omai dan saya menjelaskan maksud kedatangan kami bahwa kami hendak mencatat data tentang kehidupan warga Ciwalu dan saya bertanya apa pekerjaan pokok masyarakat yang berdomisili di Kampung Ciwalu.











“Pekerjaan pokok kami adalah bertani dan becocok tanam, karena ini sudah menjadi tradisi warga di sini, sejek nenk moyang kami dulu,” kata Pak Omay.
Selesai mewawancarai Pak Omai dia mengajak saya ke rumahnya. “Ayo kita ke rumah saya biar kamu tahu tentang keluarga saya,” ujar Pak Omay.   Dalam  perjalanan menuju rumah Pak Omai, saya bantu dia membawakan tempat isi air minum. Dalam perjalanan menuju rumah kami sempat berbincang- bincang dengan Pak Omai. “Kita harus menjalin hubungan sebagai keluarga, dan jangan pernah putus komunikasi,” katanya.
Setelah tiba di rumah keluarganya menyambut kedatangan saya. Sambil berkenalan dan bersalam- salaman istri Pak Omai bernama Ibu Surasmin mengatakan bahwa dia sangat senang karena bias melihat orang Papua. , Setelah itu kami makan bersama sambil berbincang-bincang. “Kamu jangan malu dengan keluarga ini,” kata ibu Surasmin.










Dalam perjalanan pulang dari Kampung Ciwalu saya merenungankan dalam hati, ternnyata keluarga yang saya jumpai di Ciwalu itu ramah, sopan dan baik sekali terhadap saya. Sejak itu saya mulai menjalin hubungan komunikasi dan saya menganggap mereka sebagai keluarga.*** Ferdy Siwele 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar