Menaati Aturan Yang Berlaku
Di Kasepuhan Ciptagelar
Di Kasepuhan Ciptagelar
Di kampung Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi Provinsi
Jawa Barat kampung ini sudah menjadi tradisi Masyarakat Adat terkait budaya adat mereka
yang sejak leluhur mereka yang tak bisa dirubah oleh siapa pun terkait
atribut Masyarakat Adat. Yang digunakan semenjak dahulu hingga sekarang yang
mereka gunakan di setiap mereka berada bagi laki laki menggunakan ikat kepala
dan bagi Perempuan menggunakan kain sarung. Itu sudah menjadi tradisi mereka.

Sebelum keberangkatan kami dari Kantor Pengurus Besar
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara yang beralamat di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No
11A Jakarta Selatan, di telpon dari seorang warga namanya
Kang Sodong bahwa sebelum masuk ke kampung kami harus menggunakan
ikat pangsi atau ikat kepala untuk laki-laki dan bagi perempuan menggunakan
kain ikat pinggang atau disebut sarung dalam perjalanan kami dari Jakarta. Kami
berhenti di Pasar Cigombong untuk membeli atribut-atribut yang
sudah diberitahukan dari seorang warga.
Setelah informasi yang disampaikan dari Kang Sodong, kami langsung siapkam lebih awal sehingga tidak
merepotkan panitia yang menyelenggarakan Retret Metodologi Pendidikan Adat maka perjalanan yang kami tempuh 13 jam dalam perjalanan
kami sedikit mengalami kemacetan dalam perjalanan kami dari Jakarta ke Kampung Kasepuan Ciptagelar
kedatangan kami pukul jam 2 subuh di Kasepuhan
Ciptagelar dan disambut oleh warga- warga
yang menunggu kedatangan kami, dan mereka sangat antusias dengan kedatangan
kami. Dan Setelah tiba di Kasepuhan Ciptagelar kami membereskan barang-barang dari
dalam truk dan mobil pikat yang menjemput kami di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi Propinsi
Jawa Barat. Sesudah beresan barang-barang dari dalam angkutan. Yang kami tumpangi
langsung diberitahukan bawah sekarang harus meggunakan atribut. Yang sudah
disampaikan dan keesokan hari saya sempat berdiskusi terkait atribut
yang diterapkan di salah satu kampung Kasepuhan Ciptagelar dengan seorang warga namanya
Bapak Nuryadi kata beliau bahwa di kampung ini siapa pun dia harus patuh kepada adat dan tradisi
mereka. Yang sudah turun-temurun sejak leluhur mereka.
*** Ferdy Siwele***
*** Ferdy Siwele***
________________________________________________________________________________________




