Rabu, 30 Maret 2016





Menaati Aturan Yang Berlaku 
Di Kasepuhan Ciptagelar


Di kampung Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat kampung ini sudah menjadi tradisi Masyarakat Adat terkait budaya adat mereka yang sejak leluhur mereka yang tak bisa dirubah oleh siapa pun terkait atribut Masyarakat Adat. Yang digunakan semenjak dahulu hingga sekarang yang mereka gunakan di setiap mereka berada bagi laki laki menggunakan ikat kepala dan bagi Perempuan menggunakan kain sarung. Itu sudah menjadi tradisi mereka.















Sebelum keberangkatan kami dari Kantor Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara yang beralamat di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No 11A Jakarta Selatan, di telpon dari seorang warga namanya Kang Sodong bahwa sebelum masuk ke kampung kami harus menggunakan ikat pangsi atau ikat kepala untuk laki-laki dan bagi perempuan menggunakan kain ikat pinggang atau disebut sarung dalam perjalanan kami dari Jakarta. Kami berhenti di Pasar Cigombong untuk membeli atribut-atribut yang sudah diberitahukan dari seorang warga.











Setelah informasi yang disampaikan dari Kang Sodong, kami langsung siapkam lebih awal sehingga tidak merepotkan panitia yang menyelenggarakan Retret Metodologi Pendidikan Adat  maka perjalanan yang kami tempuh 13 jam dalam perjalanan kami sedikit mengalami kemacetan dalam perjalanan kami dari Jakarta ke Kampung Kasepuan Ciptagelar  kedatangan kami pukul  jam 2 subuh di Kasepuhan Ciptagelar  dan disambut oleh warga- warga yang menunggu kedatangan kami, dan mereka sangat antusias dengan kedatangan kami. Dan Setelah tiba di Kasepuhan Ciptagelar kami membereskan barang-barang dari dalam truk dan mobil pikat yang menjemput kami di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Sesudah beresan barang-barang dari dalam angkutan. Yang kami tumpangi langsung diberitahukan bawah sekarang harus meggunakan atribut. Yang sudah disampaikan dan keesokan hari saya sempat berdiskusi terkait atribut yang diterapkan di salah satu kampung Kasepuhan Ciptagelar dengan seorang warga namanya Bapak Nuryadi kata beliau bahwa di kampung ini siapa pun dia harus patuh kepada adat dan tradisi mereka. Yang sudah turun-temurun sejak leluhur mereka.
 *** Ferdy Siwele***

________________________________________________________________________________________









Senin, 28 Maret 2016




                          RET- RET PENDIDIKAN ADAT METEOLOGI

Ketua BPAN Pusat Jhontoni Tarihoran

Visi : ( BPAN) Bangkit Bersatu, Bergerak Mengurus Wilayah Adat



Kesepuhan Ciptageral- 19-23/3/2016 - Dalam rangkah pelatihan retret yang di lakukan di kampung Ciptageral Kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat, yang di buka oleh Perwakilan Pengurus besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Pak ANAS yang mewakili Sekjen AMAN untuk membuka kegiatan Ret-ret  pendidikan Adat Meteologi  yang tepat pukul 9 00 Waktu Indonesia Bagian Barat.














Kegiatan meteologi pendidikan Adat  yang di hadiri sejumlah pemuda Adat Nusantara yang berjumlah 18 peserta dari berbagai nusantara yang bertempat di kesepuhan Ciptagel,Propinsi Jawa Barat .Ret-ret ini menjadi agenda utama bagi ( BPAN) yang harus di lakukan lebih awal. Tentang Sekolah Adat bagi generasi mudah dalam mempertahankan Wilayah-wilayah Adatnya masing-masing   Ret-ret pendidikan Adat yang di datangi sejumlah Barisan Pemuda Adat Nusantara ( BPAN) dari berbagai macam Komunitas Adat.







Dalam pendidikan Adat membahas terkait meteologi pendidikan Adat bagi anak usia kecil kata Pak Abah kami sebagai Warga Kampung Kesepuhan Ciptagelar yang sudah di lakukan sejak turun temurun,menjadi Adat dan tradisi kami di sini anak sejak kecil di bwah ke persawahan,dari belum mengenal sampai mengenal alat- alat yang di gunakan dalam berladang seperti golok atau parang,cangkol dan anak tersebut bisah bertanya terkait alat- alat yang di gunakan dalam mengerjakan ladang sawah,kepada Orang Tua Sehinggah anak itu besar dan dewasa bisah bertani, atau berladang, karena sudah di latih sejak usia dini, Kata Pak Abah yang selama ini sudah di lakukan dalam pendidikan Adat di Kampung Ciptageral. ***Ferdy Siwele***












Rabu, 24 Februari 2016



Masa Liburan Di Kampung Ciwalu
Desa Watas Jaya Kab. Bogo Provinsi Jawa Barat



















Mengisih liburan hari Raya Imlek di Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat. disaat mengisih suana liburan rasanya lebih sejuk dan indah, di bandingkan dengan suasana yang saya rasahkan selama di Jakarta, lebih jauh berbeada dengan sauna di Kampung Ciwalu dan di situ saya mulai terbayang ingat  Kampung-kampung yang berada di Papua.

Selasa, 23 Februari 2016



KPK Segera Usut Tuntas Kasus Korupsi Proyek APBN 
Jalan Lingkar Waigeo Kabupaten Raja Ampat oleh PT.Kalanafat






















Jakarta  11 /2 / 2016 – Aksi demo yang di lakukan di kantor KPK  Pusat  Jakarta oleh Masyarakat papua yang berdomisili di Ibu Kota Negara , dengan para Mahasiswa- masiswi dari  berbagai  macam Daerah, yang berada ditanah Papua kegiatan Aksi Demo yang di koordinir Oleh Pak Roberth Imbir sebagai salah satu Aktifis dari Organisasi Grimpik, kegiatan demo yang bertempat di Kantor KPK Pusat yang beralamat di Jl. H. R. Rasuna Said Kav.C.1 Jakarta Selatan tepat pukul 12 siang WIB. yang di sambut oleh bagian Keaman Polda Metro Jaya, untuk menerima kami segara melaksanakan Aksi demo di depan Pintu Masuk Kantor KPK Pusat.
Orasi demo yang di sampaikan Oleh Ibu Ludia Mentansa bersama Masyarakat Papua dan Mahasiswa- mahasiswa ke KPK terkait Proyek APBN  jalan lingkar Waigeo yang di kerjakan oleh PT. Klanafat Putra yang menggunakan dana Angagran Pendapatan Belaasyarakat Suku Maya maka kedatangan kami ke KPK   bawah segara tangkap seorang mantan Wakil DPR Kabupaten Raja Ampat yang terlibat mennyalanggunaan dam pencalonan Bupati Kabupaten Raja Ampat, di periode 2015/ 201






Aksi demo kami yang di laksanakan di kantor KPK Pusat Jakarta kurang lebih 15 menit langsung di persilahkan masuk perwakilan 4 orang  1. Ibu Ludia Mentansan 2. Pak Robert Imbir 3. Ferddy Siwele Erik Ramandei untuk mennyerahkan surat pernnyataan sikap Masyarakat Adat Suku Maya. dan surat bukti kontrak kerja  di serahkan ke Kabit Humas KPK Pak Zukhiman, sesudah pennyerahan dukumen, ke KPK kabit Humas mengeluarkan surat tanda terima, yang di berikan ke Ibu Ludia Mentansa,  kata Pak Zukhiman kita pelajari  laporan- lapoaran yang terkait kasus dana (APBN) baru di pastikan bawah kasus itu betu- betul memenuhui kriterial,untuk melakukan penangkapan. Karena kita tidak bisah melakukan Penangkan tampa dukumen yang tidak jelas.*** By. Ferdy Siwele ****
_______________________________________________________________________________________________________________


Senin, 22 Februari 2016

Gambar 1.1.Pak Dede Sedang Pahat Kayu.













Hari pertama di kampung Ciwalu Desa Watas Jaya aktifitas saya selama di Kampung bersama Warga kerja gotong royong mendirikan tempat pemancingan Ikan,dan selama berapa hari masyarakat sibuk dengan urusan kunsumsi selama 2 hari di kapung ciwalu. Jadi aktifitas kurang lebih dua hari dua malam pekerjaan saya membantu Warga untuk bekerja.

Dan yang lebih terkesan dalam pikirang saya ternnyata warga di ciwalu pada baik baik dengan saya dan di saat itu saya di tawirin makan,hampir semua masyarakat di ajak ke rumah di tawarin ngopi sambil mereka bertannya tentang perkembang di papua.












Yang saya tidak habis berfikir di daerah jawa sebetulnya orang -orang yang belum mengerti tentang papua,ada yang belum tahu terkait papua,dan ada yang tannya bilang papua itu negara Indonesia trus papua itu punya mata uang apa, dan saya sedikit menjelaskan terkait papua,dan di situ saya bilang papua itu negara Indonesia dan mata uang rupa dan makan juga sama denagan makanan yang ada di jawa dan di baru mereka tahu.
Gambar 1. 2. Pak Mardy beristirahat





Rabu, 17 Februari 2016


Mengisih Hari Raya Imlek Di Ciwalu





Mengisih liburan hari Raya Imlek di Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat. disaat mengisih suana liburan rasanya lebih sejuk dan indah, di bandingkan dengan suasana yang saya rasahkan selama di Jakarta, lebih jauh berbeada dengan sauna di Kampung Ciwalu dan di situ saya mulai terbayang ingat  Kampung-kampung yang berada di Papua.

Mennyusuri  Sawah Di Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya   



Ini salah satu Perkampungan
di Ciwalu Desa Watas Jaya




Di saat liburan hari raya imlek di Kampung Ciwalu hari pertama dipagi hari saya mennyusuri sebuah sawah dan ladang di Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat. Yang saya lihat di Ciwalu hampir semua Warga di pagi hari mereka sudah berangkat  ke  sawah  untuk berkerja. Dan di situ saya sempat berdiskusi dengan, Ibu Herni sebagai salah satu Warga asal Kampung Ciwalu. Kata Ibu Herni pekerjaan pokok mereka adalah bercocok tanam bagi Warga Kampung Ciwalu. ** Ferddy Siwele****  

                                                                                                        
                                         Padi ini siap di Peneng Oleh Warga  Kampung      
                                                                        Ciwalu Desa Watas Jaya 

Motto ?????
Keputusan Hari Esok Adalah
Keputusan Hari Ini 





























Keterangan:
Ketiga Ibu ini mereka lagi membersihkan sawa,untuk di tanam kembali padi
Mereka bertiga, salah satu Warga Kampung Ciwalu Desa Watas Jaya 
Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat.
                                                                   
       1.     Ibu Wiwin
      2. Ibu Yasmin
      3.  Ibu  Vivin
edisi Special Ciwalu